Sabtu, 27 Desember 2014

*Terasingkan

pertemuan ini layaknya dedaunan kering berserakan
kemudia disapu bersih dan dikumpulkan
namun sayang satu persatu angin meniupnya
dan menerbangkannya jauh dari sana
jauh dari hadapku
tertinggalkan dan terlupakan
begitulah aku dihidupnya

lantas bisakah dedaunan itu kembali ?
\sekalipun angin berusaha menghembuskannya
mereka takan kembali
ya takan pernah

itulah yang kulihat dari sini
ketika ku mulai duduk dan berkumpul
ku tundukan kepala ku
kurasakan, apakah aku yang terbang ?
ternyata merekalah yang mendahuluiku
untuk mengasingkanku dari hidupnya
sungguh miris

mereka hilang terhempas
menuju tempat tak terbatas
yang entah aku senidiripun tak tau meski sekilas
maka terbanglah sesuka hatimu
jika ingin kembali ?
kembalilah
jika tidak, maaf aku tak menunggu lama untuk itu

sudah lelah aku kecewa
dan berpura tak ada apa-apa

*akemi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar